VIETNAM, AkselNews.com – Keberhasilan Timnas Indonesia U-23 mengalahkan Malaysia 4-3 (1-1) lewat adu penalti di Stadion My Dinh, Hanoi, Vietnam, hari ini,menjadi pelipur lara bagi tim besutan Shin Tae-yong.
Yah, seperti diketahui Malaysia selalu menjadi rival Timnas Indonesia U-23. Meski hanya sebatas perebutan medali perunggu SEA Games 2021 tapi gengsi kedua klub untuk saling mengalahkan tidak berkurang sedikit pun.
Timnas Indonesia U-23 di laga ini, tidak berada dalam kondisi terbaik, karena banyak pemain yang harus absen.
Sebelum laga berjalan, pelatih Shin Tae-yong waswas karena Garuda Muda hanya menyisakan 3 pemain, yakni kiper Muhammad Adisatryo, striker Muhammad Ridwan, dan bek kanan Ilham Rio Fahmi. Nama Egy Maulana Vikri dan Syahrian Abimanyu memang dimasukkan dalam daftar pemain cadangan. Namun, sebetulnya Egy dan Abimanyu sejatinya mengalami cedera dan tidak bisa dimainkan.
Dalam laga itu, striker Ronaldo Kwateh membuka kemenangan pada menit ke-69. Malaysia kemudian menyamakan kedudukan lewat Muhammad Hadi pada menit ke-80. Skor 1-1 langsung dilanjutkan ke babak adu penalti tanpa adanya babak perpanjangan waktu.
Dikutif di laman resmi PSSI, Ketua Umum PSSI Mochamad Iriawan mengaku, tegang menonton pertandingan, apalagi saat pemenang harus ditentukan lewat drama adu penalty.
“Jujur saya tegang. Makanya saya tidak banyak reaksi ketika adu penalti. Tetapi, ketika kita memastikan mendapat medali perunggu, akhirnya saya lega. Ini hasil terbaik yang bisa kita dapat,” katanya.
Pada SEA Games 2021 kali ini, Skuad Timnas U-23 tidak komplit. Pratama Arhan, Elkan Baggott, dan Ramai Rumakiek tidak bisa bergabung. Bahkan saat melawan Malaysia, Indonesia harus kehilangan Ricky Kambuaya, Rahmad Irianto, dan Firza Andhika yang mendapat kartu merah.
“Tetapi, kita lihat bersama bagaimana semangat juang pemain luar biasa,” katanya. (dil)

