Sabtu, November 7

OPINI: Dunia Anak-anak yang Sesungguhnya Sudah Hilang

Pinterest LinkedIn Tumblr +

Penulis: Yesa Maulidia

Mahasiswa Jurnalistik Universitas Bengkulu

ADA perbedaan yang sangat signifikan antara generasi sekarang dan generasi dahulu, khususnya di masa anak-anak. Kalau membahas kebiasaan anak muda zaman sekarang dan zaman dahulu pasti tidak ada habisnya. Akibat dari kemajuan teknologi dari masa ke masa membuat kita bisa melihat perubahan dan perbedaan dikehidupan sekitar.

Baik dari cara bermain, jenis tontonan, jenis jajanan, bahkan fashion. Pertama, penulis ingin membahas cara bermain, cara bermain anak zaman sekarang sungguh sangat berbeda dan mengalami pergeseran yang signifikan.

Anak zaman sekarang sangat mengandalkan teknologi smarthone dan semacamnya untuk bermain, mereka memainkan game di ponsel. Bahkan di antara mereka menggunakan aplikasi untuk membuat video untuk menghibur diri mereka, yang sebetulnya mempengaruhi karakter dan pola tumbuh kembang anak.

Contohnya saja game di ponsel bisa membuat anak lebih bersifat tempramental dan mudah marah, bahkan bersifat individual. Betapa tidak mereka menghabiskan waktu bermainnya dengan ponsel, bukan bermain bersama teman-temannya. Hal inilah yang mempengaruhi tumbuh kembangnya.

Contoh lain ketika anak-anak bermain aplikasi yang mempunyai beragam video dan musik yang belum tentu relevan untuk anak-anak. Dari sini terdapat pergeseran dalam lagu anak-anak, mereka lebih cenderung mendengarkan lagu-lagu dewasa yang tidak sesuai umur mereka.

Mereka semestinya mendengarkan lagu anak-anak, bahkan terkadang mereka sama sekali tidak tahu dan tidak hapal lagu anak-anak. Hal ini sebetulnya menghilangkan jati diri anak-anak tersebut yang seharusnya mereka bermain dengan teman sebaya dan menyanyikan lagu anakanak bukan dewasa.

Faktor kedua, yang menyebabkan pergesaran dan hilangnya dunia anak-anak yang sebenarnya yaitu jenis tontonan anak-anak, sudah penulis jelaskan sebelumnya yaitu anak zaman sekarang tontonannya YouTube, tik-tok dan semacamnya.

Aplikasi-aplikasi ini sebetulnya banyak menampilkan sesuatu yang terkadang tidak sesuai dengan tumbuh kembangnya anak-anak bahkan tanpa pengawasan orang tuanya.

Hal ini sangat berbeda dengan anak-anak zaman dahulu, orangtuanya menghidupkan televise, yang menyuguhkan tontonan kartun dan nyanyian anak-anak sehingga sangat positif untuk tumbuh kembang anak. Acara yang disajikan oleh saluran televisi juga cenderung khusus untuk anak-anak. Mulai dari serial animasi, program musik, hingga beragam liputan yang berisi peningkatan informasi dan pengetahuan mereka.

Faktor ketiga, anak zaman dulu lebih sering membeli jajanan depan sekolah atau sekitar pinggir jalannya. Keberadaan penjualnya memang masih ada dan bisa ditemukan hingga kini, namun sedikit ada perubahan. Tepatnya usai kemunculan berbagai kafe dan restoran cepat saji. Anak-anak sekarang banyak yang memilih untuk mengikuti tren, promo diskon, serta tempat nyaman dengan suasana instagram-able.

Hal yang demikian, membuat anak-anak bisa jadi boros dan nongkrong terus menerus sampai lupa waktu, walau tidak semua anak bertindak demikian. Faktor keempat, yaitu bidang feshion. Perkembangan zaman dan teknologi nyatanya membuat anak-anak sekarang lebih mengerti soal mode.

Beberapa dari mereka bahkan sudah bisa menentukan pilihannya sendiri yang disesuaikan oleh tren. Selain itu, ada yang tertarik dengan riasan wajah hingga kemampuannya tersebut melebihi orang dewasa. Model pakaian untuk anak-anak di zaman sekarang ini sudah semakin bervariasi. Ditambah, harga jualnya yang juga tidak terlalu mahal dan bisa lebih dijangkau oleh berbagai keluarga.

Nah, hal-hal seperti itu yang terkadang membuat anak memakai pakaian yang tidak sesuai dengan usia mereka, bahkan sebagian dari mereka berdandan seperti orang dewasa.

Sebetulnya banyak pergesaran dan hilangnya dunia anak-anak yang sebenarnya, maka dari itu sebagai generasi yang akan melahirkan generasi berikutnya bijaklah dalam menggunakan teknologi dan mengikuti perkembangan zaman, karena kenapa jika kita tidak bijak dalam menjalaninnya maka akan berdampak pada generasi kita yang berikutnya.

Perubahan teknologi dan peradaban adalah hal yang tidak dapat kita hindari, kita harus bisa memanfaatkannya untuk kebaikan diri kita bhkan generasi kita yang berikutnya. Semua tergantung dengan cara kita menganggapinya, jika kita bijak maka yang baik akan datang kepada kita dan begitu sebaliknya. Perlu diingat bahwa tidak disarankan untuk menyalahi anak-anak di era sekarang.

Pasalnya, mereka telah berada di perkembangan zaman serta kemajuan teknologi. Satu yang terpenting adalah pengawasan dari orang tua agar tidak terjadi hal buruk atau bahkan yang dapat merugikan masa depan anak. (**)

Share.

About Author

Leave A Reply